Wednesday, September 7, 2011

Kebahagiaan Mutlak

Apa itu bahagia?
Apakah ketika kita mendapatkan kesuksesan karir?
Apakah ketika kita memiliki paras yang rupawan?
Apakah ketika kita dipuja banyak orang?



Jawabannya YA dan TIDAK.
Ya, sebagai kebahagiaan relatif.
Tidak, karena itu tidak kekal.

Apa maksudnya relatif?
Yaitu kebahagiaan tersebut akan hilang seiring dengan hilangnya faktor penyebab kebahagiaan itu.
contohnya bila bahagia karena uang; ada uang bahagia, uang hilang maka akan tidak bahagia.

Lalu bagaimana kebahagiaan yang kekal?
Adalah bahagia yang dimunculkan dari dalam diri kita sendiri.
Apapun kondisinya, jika kita dapat mensyukuri serta melihat sisi positif dari setiap peristiwa, maka kita akan merasa bahagia.
Ya! Saat itu juga, dengan kondisi apa adanya!



(Secercah pencerahan dari PPD KMBUI 2011 @vihara Myoho-ji NSI, Ciapus)

Sunday, July 10, 2011

Pencarian Jati Diri

Ingatkah kita ketika masih kecil hingga ABG alias remaja, kita selalu meniru banyak hal dari orang-orang yang kita kagumi atau kita anggap keren? Rata-rata setiap orang pasti memiliki seorang atau lebih idola, baik itu merupakan public figure ataupun orang-orang yang ada di dekat mereka.

Seorang remaja yang masih belum menemukan jati diri alias karakter diri yang cocok baginya, pasti cenderung berusaha untuk mencarinya dengan secara tidak langsung meniru apapun dari orang yang disukainya. Mereka akan menyukai apa yang idola mereka sukai, meniru gaya bahasa ataupun berpakaiannya, selera, cara berpikirnya, dll. Hal tersebutlah yang menyebabkan fenomena ababil *abg labil* di mana seorang yang masih muda yang belum berkarakter pasti dan cenderung terbawa arus. Itu jugalah yang menyebabkan seorang remaja mudah terjerumus ke hal-hal negatif.

Sebenarnya hal tersebut adalah wajar, saya rasa setiap orang hampir pasti akan melewati fase-fase pencarian jati diri tersebut hingga akhirnya ia menemukan karakter yang pas untuk dirinya di mana seseorang sudah dapat menentukan mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri, lebih berpendirian, tidak mudah terombang-ambing, dan bahkan bisa menjadi panutan bagi orang lain.

Seseorang yang belum berkarakter cenderung merasa kurang percaya diri, merasa diri mereka kecil, alias rendah diri. Hingga akhirnya mereka mencoba berbagai hal yang menurut mereka keren, dan menunggu respon publik. Nah, proses pembentukan karakter juga bergantung pada lingkungan di mana seorang itu berada. Hal yang baik menurut komunitas tersebut tentu akan direspon positif dan sebaliknya. Jadi, jika seseorang berada di komunitas penjudi, tentu karakter menghambur-hamburkan uang dan bersifal royal akan disukai. Bila seseorang berada di komunitas orang-orang intelek maka karakter yang berpengetahuan luas tentu akan disukai. Dari rasa dihargai dan penerimaan publik tersebutlah sifat itu akan terus diulang dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan dan karakter kita.

Semakin bertambahnya umur, regenerasi di dalam suatu komunitas pun terjadi. Seorang yang karakternya telah terbentuk akan menjadi panutan generasi berikutnya di komunitas itu. Begitu seterusnya.

Untuk itu, peran orang tua sangatlah penting dalam membimbing anak-anaknya menemukan jati diri dan karakter yang baik. Sekolahkanlah mereka di sekolah bermutu di mana orang-orang di dalamnya juga berasal dari komunitas yang baik, tinggallah di lingkungan yang baik, bimbinglah mereka untuk mengenal ajaran agama, pantaulah pergaulan mereka, seringlah berkomunikasi dengan mereka, berikanlah mereka contoh yang baik, serta yang paling penting juga berilah kasih sayang yang cukup untuk mereka. =)

Tulisan ini hanyalah buah pemikiran saya saja, tidak ada teori yang mendasarinya, mungkin bisa dikatakan merupakan pengalaman pribadi. Hehehehe.
Silakan bagi yang ingin menyanggah, menambahkan, atau memberi komentar =)

Thursday, July 7, 2011

Writing is Important

Hi all...here I am again =D
Just now, i accidentally checked out my old writing in this blog. Yeah, i've been blogging since several years ago, when i was high school. Guess what, it's so entertaining and inspiring... Ya, because of reading those, i'm writing this post right now =)

Those capture of my old times is saved in words. Even though i've passed it last time, now i've forgotten about that and it's so hilarious to get reminded of them. I abruptly laugh and smile alone..haha
That's why i think that writing is important. Trust me, you'll get amazed when you re-read it next time u've even forgotten about that. It does not only remind you of the old moments but also the old feeling..so comfy ;)

So, for those who hasn't tried to write at all, WRITE!! write about anything, at least try it =)

writing has never been this interesting for me.... ^^

Monday, July 4, 2011

Pertemanan Harus Ada yang Memupuk

Halo readers...kali ini saya akan membahas tentang pertemanan atau persahabatan yang tanpa kita sadari semakin mengendur. Saya menulis hal ini terinspirasi dari pengalaman pribadi, hehehe....

Saat ini saya sedang menjalani liburan kenaikan tingkat dan banyak sekali waktu kosong, sangat kontras dengan keseharian saya saat sedang menjalani perkuliahan di mana kesibukan diskusi, kuliah, praktikum, tugas, belajar, ujian, organisasi, dll semua saling berkejaran dengan waktu. Ketika kepenatan kuliah sedang melanda, tentu saja liburan sehari dua hari seperti weekend merupakan hal yang dinanti-nanti, apalagi liburan panjang seperti ini.
Di sela-sela kesibukan seperti itu, sudah tidak ada waktu banyak untuk saling menyapa teman di chat, apalagi janjian bertemu untuk bercengkerama. Ketidaksinkronan jadwal kesibukan pun menjadi kendala, sehingga sangat sulit untuk tetap keep contact secara intensif dengan teman lama.

Namun saat liburan ini saya merasa sangat bosan, mungkin karena telah terbiasa hidup hectic...hehe
Ada yang lain rasanya, saya merasa kesepian, merasa tak banyak teman yang menghubungi saya, dan ternyata saya pun sendiri sudah lama dan banyak tidak menghubungi teman saya. Apa yang telah terjadi?

Faktor kesibukan masing2 lah yang kerap kali menjadi kendala utama dalam pertemanan, namun rupanya selain itu, saya juga menyadari faktor penyebab lainnya, yaitu adanya rasa rendah diri atau tidak enakan atau negative thinking. Apa maksudnya? Saya yakin, banyak dari kita yang pernah mengalaminya. Ketika kita sedang sedikit lengang, kita kadang kala merasa tidak enakan untuk menghubungi teman2 kita, baik itu hanya sekedar mengatakan "halo". Di saat kita sibuk, kita tidak punya waktu untuk menyapa, tetapi di saat kita lowong pun kita tidak juga menyapa. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal itu, bisa saja kita gengsi untuk menyapa dulu atau kita merasa tidak enakan mengganggu dia karena ia terlihat sibuk sekali. Kita terlalu takut bahwa keramahan kita akan ditolak dan tak berbalas. Kadang kala kita berpikir "Toh dia ga pernah nyari-nyari saya lagi, berarti dia sendiri yang sudah melupakan saya dan merasa tidak butuh lagi, untuk apa saya mencari-cari dia?" Padahal, teman kita itu bisa saja berpikiran hal yang sama. Jadilah hubungan kita dengan teman menjadi meregang karena tidak ada yang berani menyapa duluan.

Jujur saya adalah tipe orang yang tidak rajin menyapa, namun saya merasa itu salah. Tidak masalah siapa yang menyapa duluan, toh setelah menyapa maka teman kita itu pun akan merasa senang dan dihargai. Meskipun ia sedang sibuk saat itu, ia tentu tetap merasa mendapat perhatian, dan besar kemungkinannya ia akan balik menyapa kita duluan di saat ia lengang. Rasa nyaman sebagai teman/sahabat perlu diciptakan dan tentu saja dipupuk secara periodik agar tidak pudar.

Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut tidak berlaku, karena mereka memang orang yang selalu rajin menyapa dan tidak peduli betapapun ia sering dicuekin atau benar-benar dianggap mengganggu....hehehe
Seni berhubungan dengan sesama manusia memang unik dan tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainnya. Namun dengan banyak berinteraksi dengan berbagai jenis orang, lama kelamaan insting kecerdasan interpersonal kita pun akan semakin terasah dan kita akan dapat berhubungan baik dengan siapapun =)

Wednesday, June 9, 2010

Read This

Aoccdrnig to rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy, it deosn't mttaer in waht oredr the ltteers in a wrod are,

the olny iprmoatnt tihng is taht the frist and lsat ltteer be at the rghit pclae. The rset can be a toatl mses

and you can sitll raed it wouthit a porbelm.


Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe.

Monday, May 31, 2010

Kebahagiaan Setelah Perjuangan Keras itu Sungguh Indah

Huaaa....akhirnyaaaa....aku selesai ujian jugaaaaa, saatnya liburaaaannnn!!!! =D


Lega sekali rasanya jika telah menyelesaikan rentetan ujian yang sangat membebani pikiran, perasaan serta tubuh ini. Saat menjelang dan pada masa2 ujian, tiap pelajar pasti kebanyakan merasakan stress. Tubuh pun menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena daya tahan tubuh menurun, hormon pun sudah amburadul tidak karuan sehingga mempengaruhi nafsu makan *yg semakin membabi buta >.<*, membuat jerawat bermekaran, kepala yang terasa panas dan berat. Mau beraktivitas ini itu pun tak nyaman, selalu ada perasaan bersalah karena belum belajar, oh sungguh neraka!!

Namun, di balik itu semua, ternyata ada hikmah yang bisa kita petik. Tanpa penderitaan itu semua, tidak mungkin saat ini aku bisa begitu lega dan bahagia menyambut liburan kenaikan tingkat ini :)
Jika tak ada hitam, tak mungkin ada putih. Jika tak ada susah, tak mungkin ada senang. Jika tak ada ujian, tak mungkin ada liburan yang sungguh membahagiakan. =D *tentu dengan hasil ujian yang juga membahagiakan :P*

Walaupun tiap ujian yang aku lalui tak bisa dikatakan sukses besar, namun dapat diyakinkan oleh perasaanku bahwa bisa lulus semua *Nammyohorengekyo* =D

Bagiku, yang penting sekarang libuuuurrr!!! hoho...
Liburanku cukup panjang, yaitu hampir 3 bulan...hahahaha karena FKG tidak bisa SP, maka saya akan bekerja sambilan saja *itung2 nyari duit n pengalaman baru* karena saya tidak pulang kampung :P

Kenapa saya tidak pulang Jambi??? Yah, karena saya sesuai pengalaman liburan sebulan di akhir semester 1 kemarin, saya hanya menghabiskan waktu dan menggendutkan diri saya di sana. Kerjaan tidak lain hanya makan, tidur, ke vihara, sesekali pergi keluar, dan membantu toko. Hampir dipastikan saya akan sukses gendut di Jambi!! Sebulan saja sudah naik 2kg, bagaimana jika 3 bulan?? hitung saja sendiri.
Selain itu juga saya ingin mencari kerja saja dan mengambil kursus Bahasa Mandarin di sini. Di Jambi otak saya benar2 beku, hampir jarang digunakan lagi...hahaha
Lagian orang tua saya baruuuu saja dari Jakarta 2-3x karena ada keperluan. Jadi ya, sudah cukup lah. Uang tiket pesawatnya saya alihkan untuk biaya kursus saja :)

Happy holiday :)

Sunday, May 30, 2010

Saya Kini Mahasiswa ep.3 (ending)

huah, setelah lewat 2 semester saya menjalani perkuliahan di FKG UI, barulah saya selesaikan trilogy ini....wkwkwkwkwk *dasar pemales XP*

Singkat kata akhirnya hari pengumuman yg ditunggu2 pun datang....yak, malam itu tgl 31 Juli 2009, adalah hari Jumat, hari di mana malamnya saya pergi ke Vihara untuk pertemuan (mendengarkan Dharma). Tak ter-elak-kan bahwa sedari pagi saya sudah deg2an menanti hasil pengumuman tengah malamnya, tepat pukul 00:00 WIB tanggal 1 Agustus 2009.
Mendengarkan Dharma pun tidak terlalu konsentrasi, karena was-was dengan penentuan nasib saya malam itu. Pada pukul 9, tepat pertemuan selesai, HP saya pun berdering. Ternyata telepon dari teman saya, Michael Jonathan *alias Mina :P*, dia adalah sesama pejuang di SNMPTN.
"Halo, Min...Napo?" ketus saya menjawab telepon itu.
"Oe buk dokter gigi, selamat yooo..."
"Hah? Maksud kau??"
"Iyo, selamat oi kau masuk UI jurusan dokter gigi..."
Spontan keadaan emosi saya labil tak menentu, tak bisa saya deskripsikan.
"Ah masaaakk?? Ngota kau nih nampaknyo...baru jam berapo..."
"Nah sudah...dak cayo pulak....Uda pengumuman nih buuukk, dipercepat oi..."
"Serius kau??? Sumpah dak??" saya masih tak percaya, saya kira mungkin saya dia berbohong, saya tak mau keburu senang dulu.
"Iyo nian, sumpah! Nengok dewek la...tapi lagi rame nih, error2 terus."
"Oh...siapo lagi yang dapat? Kau dapat dak?"
"Aku idak, Henti idak, yang lain dak tau jugo, belum sempat cek semua, susah masuk."
"Ooohh...ok lah, makasih yo...iyo nian dak ne????"
"hahahaha....iyo nian oi...sekali lagi selamat yo..."
"Ok2...thank u yo..."
Dan Akhirnya telepon pun ditutup. Luapan rasa bahagia campur sedikit cemas dan masih bingung bercampur jadi satu. Saya pun langsung memberi tahun orang tua saya. Malam itu juga saya langsung mencari-cari warnet untuk membuka situs pengumuman dan melihat sendiri kabar gembira itu. Sial sekali, di rumah saya jaringan internet telah dicabut karena saya akan segera meninggalkan Jambi.
Malam itu saya juga disms oleh teman saya satu lagi, Hista. Ia diterima di ITB, dan itu sedikit lebih meyakinkan saya bahwa kabar itu semakin nyata.
Perasaan deg2an campur senang begitu meluap-luap di dada.
Akhirnya saya berkelana mencari warnet yang masih buka. Alhasil saya berhasil membuka pengumuman itu dan mengunduh file-file berisi hal-hal apa saja untuk registrasi ulang. Setelah sebelumnya saya dibuat gregetan oleh warnet X yang internetnya seperti keong, dan akhirnya juga batal untuk membuka bahkan 1 halaman saja.

Setelah pulang, waktu menunjukkan hampir tengah malam. Hingga dini hari, saya masih belum juga bisa tidur saking senengnya. Padahal besok saya sudah harus selesai mengurus surat2 untuk daftar ulang karena lusanya saya sudah membeli tiket berangkat ke Jakarta.
Akhirnya perjuangan saya tidak sia-sia, walaupun diterima dipilihan ke-2, namun saya tetap sangat bahagia karena berhasil masuk UI :)

Tanggal 2 Agustus 2009, itulah awal perjuanganku merantau ke Jakarta dan meninggalkan rumah di Jambi. Akhirnya dengan bangga saat itu saya bisa mengatakan bahwa saya kini mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Perjuangan yang tak akan pernah kulupakan :)